Tuesday, January 6, 2015

CES 2015: Lenovo Perkenalkan Vibe X2 Pro dan P90


 
CHIP.co.id - Lenovo, pabrikan smartphone dan tablet asal Tiongkok tak pernah berhenti untuk terus berinovasi. Di awal tahun 2015 ini, mereka terus membuktikan kekuatannya dengan memperkenalkan dua smartphone Android sekaligus, yakni Vibe X2 Pro dan P90. Sayangnya, kedua smartphone tersebut masih berbasikan sistem operasi Android 4.4 alias KitKat.
 
Tak berbeda dengan seri sebelumnya, Lenovo Vibe X2 Pro juga hadir dengan inovasi bodi tiga lapis yang terlihat lebih menarik. Untuk dapur pacunya, smartphone ini didukung prosesor octa core Snapdragon 615 berkecepatan 1,5 GHz dengan chipset Cortex-A53. Menariknya, Vibe X2 Pro telah dibekali layar LCD 5,3 inci dengan resolusi 1080p plus teknologi IPS.
 
Smartphone yang mengusung penggunaan Dual Sim Card ini memiliki RAM yang terbilang lumayan besar, yakni 2 GB. Keunggulan lainnya, Lenovo juga membekali Vibe X2 Pro dengan internal storage berkapasitas 32 GB. Jika penyimpanan data tersebut masih di rasa kurang memadai, pengguna bisa memanfaatkan slot micro SD yang ada.
 
Lenovo Vibe X2 Pro
 
Tak lupa, Lenovo juga melengkapi smartphone ini dengan kamera utama dan kamera depan yang memiliki sensor sama, yakni 13 MP. Untuk kamera utama, Lenovo melengkapinya dengan sebuah LED flash light. Sedangkan kamera depan tanpa LED flash light memiliki kemampuan untuk foto selfie.
 
Memiliki dimensi yang tipis, yakni 146,3 x 71,0 x 6,95 mm dan bobot hanya sekitar 140 gram, Vibe X2 Pro telah dilengkapi dengan baterai berkapasitas 2.410 mAh. Hal menarik lainnya, selain didukung dengan konektivitas Wi-Fi, smartphone ini juga dilengkapi dengan teknologi jaringan LTE Cat.4.
 
Smartphone kedua yang tak kalah menarik diperkenalkan oleh Lenovo adalah P90. Berbeda dengan Vibe X2 Pro, P90 dikembangkan oleh Lenovo dengan memanfaatkan prosesor quad core besutan Intel, yakni Atom Z3560 yang memliki kecepatan 1,83 GHz dan bentang layar 5,5 inci dengan teknologi IPS.
 
Ditopang dengan baterai yang lebih besar, yakni 4000 mAh, Lenovo P90 memiliki RAM sebesar 2 GB dan media penyimpanan internal dengan kapasitas 32 GB. Smartphone ini juga memiliki body yang tak ramping dengan dimensi 150 x 77,4 x 8,5 mm dan berat sekitar 156 gram. Menariknya, smartphone ini juga mengadopsi kemampuan 4G LTE, namum hanya satu slot (Single Sim Card).
 
 
Lenovo P90
 
Diperkenalkan di ajang CES 2015, rencananya Lenovo baru akan merilis P90 dalam tiga pilihan warna, yakni Pearl White, Lava Red dan Onyx Black pada bulan Februari nanti. Sedangkan Vibe X2 Pro hadir dalam pilihan warna Champagne Gold, Rock Pink dan Electric Blue yang akan dirilis pada bulan April. Anda harus bersabar, Lenovo belum mau membocorkan harga kedua smartphone tersebut.
 
(GSMArena)

Source : http://www.chip.co.id/news/technology-hardware-gadget-android/13891/ces_2015_lenovo_perkenalkan_vibe_x2_pro_dan_p90

Microsoft Rilis Nokia 215 dan Nokia 215 Dual Sim


CHIP.co.id - Microsoft memang fokus dalam pengembangan dan penjualan smartphone berbasis Windows Phone dengan merk Lumia tetapi hal ini tidak membuat mereka meninggalkan pasar feature phone yang di mana turut memberi andil dalam membesarkan nama Nokia. Tidak menggunakan logo dan nama Microsoft, Microsoft baru saja mengumumkan feature phone baru dengan nama Nokia 215. Ponsel ini seperti biasa akan hadir dalam versi single sim dan dual sim dengan balutan warna putih, hitam, hijau.
Nokia 215 memiliki spesifikasi layaknya ponsel kelas pemula seperti layar 2,4 inci QVGA 240 x 320 piksel, konektivitas EDGE, FM Radio, pemutar MP3, slot microSD hingga 32GB, Bluetooth 3.0 dengan fitur SLAM, kamera VGA yang mampu merekam video beresolusi QVGA 15fps, serta LED dibagian sisi atas bodi yang berfungsi sebagai lampu senter.
Nokia 215 akan dibandrol dengan harga 29 dollar atau Rp 360ribuan sebelum pajak. Baterai berkapasitas 1.100 mAh pada ponsel ini diklaim bisa tahan untuk stand by selama 29 hari untuk versi single sim dan 21 hari untuk varian dual sim. Sementara jika digunakan untuk mendengarkan lagu Nokia 215 bisa tahan hingga 50 jam, dan 45 jam untuk mendengarkan radio.
Untuk urusan sosial media dan internetan, Nokia 215 sudah memiliki aplikasi Opera Mini, Twitter, Facebook dan Facebook Messenger yang sudah memiliki fitur push notification. Aplikasi bikinan Microsoft seperti Bing Search dan MSN Weather juga sudah tersedia.
Nokia 215 akan mulai tersedia di Eropa, Afrika, Asia, dan Timur Tengah.

Source : http://www.chip.co.id/news/microsoft/13892/microsoft_rilis_nokia_215_dan_nokia_215_dual_sim

Friday, December 26, 2014

Acer Liquid Jade: Smartphone Tipis dengan Desain Menawan

CHIP.co.id - Acer, salah satu perusahaan berbasis teknologi asal Taiwan terus memperlihatkan tajinya di industri smartphone. Belum lama ini, mereka telah menelurkan smartphone terbarunya yang masuk lini Liquid, yakni Acer Liquid Jade. Satu hal yang menjadi daya tarik smartphone ini adalah wujudnya yang super tipis dan diimbangi dengan keindahan desain yang dimilikinya.
Mengusung teknologi IPS LCD capacitive touchscreen hingga 16 juta warna, Liquid Jade juga ditopang layar berukuran 5 inci dengan resolusi HD 1280 x 720 pixel. Tak hanya itu, layar smartphone ini memiliki kerapatan piksel mencapai 294 ppi yang menjadikannya sangat nyaman di mata.
Seperti biasanya, CHIP Online mendapatkan kesempatan untuk merasakan kenyamanan dan kemampuan smartphone yang dibanderol seharga Rp 3.499.000. Penasaran dengan kinerjanya, CHIP Online juga menguji secara mendalam mulai dari sisi hardware, desain, kamera dan tampilan antarmuka yang dimiliki Liquid Jade.
Berikut ulasannya!
Desain
Dengan ukuran layar 5 inci, dimensi yang tak terlalu besar serta desain super tipis, Liquid Jade termasuk nyaman untuk ukuran sebuah smartphone masa kini. Tak main-main, Acer mengembang smartphone ini dengan dimensi 140,5 x 69 x 7,5 mm dan berat sekitar 110 gram. Oleh karena itu, Liquid Jade benar-benar terasa nyaman saat digenggam dan mudah untuk diselipkan ke saku celana.
Menyinggung soal desainnya, Liquid Jade benar-benar menawarkan keindahan yang memukau dipadupadankan dengan bezel bertekstur perak yang melingkari seluruh sisi body. Penempatan tombol yang berada di balik bezel juga memberikan kesan seolah-olah sisi body-nya hadir tanpa tombol jika dilihat secara kasat mata dari bagian depannya. 
Jika Anda perhatikan lebih dalam, Acer tetap mencantumkan beberapa tombol pengoperasian. Di bagian atas body terdapat tombol power dan port Jack Audio 3,5 mm. Sedangkan di bagian sisi kanannya Acer menempatkan tombol Volume, dan di sisi kiri Anda bisa menemukan slot untuk menempatkan Sim Card serta microSD di balik tray yang dibisa dibuka dan ditutup. Port microUSB oleh Acer ditempatkan di bagian bawah body.
Acer merancang Liquid Jade dengan ketebalan hanya 7,5 mm.
Menyinggung dukungan Sim Card yang disematkan, Liquid Jade mengusung penggunaan Dual Sim Card dengan ukuran Nano. Uniknya, slot Sim Card kedua perlu mengorbankan penggunaan microSD. Artinya, jika Anda ingin memasang Sim Card kedua, Anda tidak bisa lagi memasang microSD ke dalam smartphone ini dan begitu juga sebaliknya.
Penempatan Sim Card kedua harus "berbagi" wadah dengan microSD.
Tentu saja, CHIP Online beranggapan bahwa inovasi yang dihadirkan oleh Acer tersebut mejadi sebuah kekurangan. Pasalnya, jika pengguna ingin menambah kapasitas penyimpanan eksternal, mereka harus mengorbankan penggunaan Sim Card kedua. Atau, bisa jadi ini strategi Acer agar mampu menghasilkan smartphone super tipis? 
Beralih di sekitar layar, Acer telah menempatkan kamera depan 2 MP tanpa LED flash light. Selain itu, ada pula sebuah speaker yang cukup mencolok dengan desain bulat dan akses warna perak. Acer juga menyematkan LED untuk notifikasi. Sedangkan tiga tombol navigasi, yakni Back, Home dan Recent Apps menyatu dengan layar.
 
Acer menempatkan tombol Volume dan slot Sim Card serta microSD di sisi kiri dan kanan body.
Bergeser ke bagian belakang (back cover), Acer membalut Liquid Jade dengan material plastik plus lapisan dengan tekstur glossy. Acer juga menempatkan kamera utama 13 MP dengan resolusi 4160 x 3120 plus LED flash light serta logo yang cukup besar di bagian tengahnya dengan efek perak. Selain itu, Acer juga menyematkan speaker dengan dukungan dts-HD Premium Sound.
Sayangnya, sentuhan teksture glossy yang membalut body Liquid Jade menjadikan smartphone ini terasa sedikit licin saat digenggam, terutama oleh tangan yang basah karena berkeringat. Tak hanya itu, body bagian belakangnya mudah tergores dan meninggalkan jejak jari pengguna.
Di body bagian atas, Acer menempatkan tombol Power serta port Jakc Audio 3,5 mm. Sedangkan di body bagian bawah, Acer hanya menempatkan port microUSB. 
Mengusung desain unibody, baterai yang terpasang pada Liquid Jade tak bisa Anda lepas pasang. Sayangnya, Acer hanya menyediakan baterai Lithium-Ion (Li-Ion) dengan kapasitas 2100 mAh. Apakah kapasitas sebesar itu mampu menjadikan Liquid Leap lebih optimal? Penilaian CHIP Online mengenai baterai yang terpasang bisa Anda temukan pada bagian "Baterai dan Benchmarking".
Pada bagian belakang, Anda bisa menemukan kamera utama 13 MP dan speaker dengan dukungan dts-HD Premium Sound. 

Source: http://www.chip.co.id/review/gadget/13835/acer_liquid_jade_smartphone_tipis_dengan_desain_menawan

ACER E5-471, Notebook yang Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa

CHIP.co.id - Pangsa pasar menengah ke bawah adalah tujuan Acer merilis notebook ini. Hal ini bisa dilihat dari spesifikasi yang dibawa Aspire E5. Di sektor prosesor, Aspire E5 mengusung Intel Core i3 4030U dengan frekuensi sebesar 1,9 GHz dan 3 MB L3 cache. Prosesor dual core ini adalah salah satu keluaran terakhir dari Intel yang dikenal dengan generasi Haswell Refresh.
Meski performanya tergolong biasa saja, namun konsumsi listriknya cukup mumpuni. Hal ini dikarenakan 4030U telah menggunakan fabrikasi 22 nm, dan termasuk lini Intel seri U. Untuk TDP-nya sendiri hanya 15W. Demi menekan harga, Aspire E5 tidak disertai solusi grafis diskrit. Satu-satunya solusi yang ditawarkan adalah Intel HD 4400. Sekalipun tergolong baru, HD 4400 masih kurang mampu dalam menjalankan game-game terbaru yang haus grafis.

Notebook ini menggunakan prosesor Intel i3-4030U dengan clock speed 1.9GHz

Dari segi penyimpanan, Aspire E5 dibekali hard disk 5400 RPM dengan kapasitas maksimal 500 GB. Dari segi performa, notebook ini mampu menyalin data 1 GB dalam waktu 26 detik. Jika butuh ruang ekstra, Anda dapat memanfaatkan slot SD card atau 3 port USB sebagai penghubung dengan storage eksternal Anda.
Dari segi OS, tidak adanya Windows secara default memaksa Anda untuk menginstall sistem operasi sendiri. Dalam pengujian, CHIP menginstal Windows 8.1 dan merasakan pengalaman multitasking yang kurang smooth. Ini tak lain karena kapasitas RAM yang tergolong kecil.
Walau memiliki performa keseluruhan yang kurang mumpuni, Aspire E5 mampu menunjukkan kelasnya di sektor ketahanan baterai. Walau hanya diperkuat baterai Li-Ion 4 sel, notebook ini mampu bertahan hingga 5 jam (untuk pemakaian biasa) berkat prosesor hemat daya yang digunakannya.
Selain itu, bobotnya yang cukup ringan (sekitar 2,1 kg) membuat Aspire E5 ideal menjadi pendamping mobilitas Anda. Belum lagi dengan harganya yang cukup bersahabat, notebook ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang melakukan komputasi basic seperti mengetik, browsing, hingga kebutuhan multimedia, dan game sederhana.

Source : http://www.chip.co.id/review/gadget/13825/acer_e5-471_notebook_yang_cocok_untuk_pelajar_dan_mahasiswa

ASUS R9-290 OC DirectCU II, Single GPU Saja Sudah Cukup

CHIP.co.id - Dengan dihadirkannya cooling DirectCU II, diharapkan suhu pada seri R9-290 yang biasanya bisa menembus angka di atas 90 derajat  celcius saat beban puncak ini dapat tereduksi. Dengan 4 buah heatpipe yang terkoneksi dengan dua buah fan serta sebuah backplate yang tersemat di belakang graphic card ini diharapkan mampu memberikan performa pendingin yang lebih efisien daripada pendingin standar atau reference. Feature lain yang cukup unik adalah lampu indikator di power  8pin dan 6 pin. Ketika PSU dalam kondisi hidup dan kita lupa memasang 8 pin serta 6 pin power, maka lampu akan menyala merah, sedangkan ketika power 8 pin dan 6 pin terpasang, lampu akan menyala hijau. Dari nilai estetika, hal ini pun jadi nilai plus sendiri.
Sedangkan berdasarkan performa dari hasil uji yang CHIP lakukan, hasil yang didapat belum bisa dikatakan istimewa mengingat harga yang ditawarkan lebih mahal dibanding kompetitornya yang memiliki harga lebih murah namun dengan performa yang lebih tinggi. Namun, bagi mereka yang setia dengan produk-produk dari ASUS tentu hal itu bukan menjadi masalah dikarenakan ASUS terkenal dengan after sales yang bagus. Hal ini tentu jadi salah satu faktor pertimbangan bagi calon pembeli.
Walau suhu yang dihasilkan masih terbilang tinggi pada saat pengujian, yaitu sempat menembus angka 85 derajat saat pengujian Metro Last Light, namun DirectCU II masih mampu memberikan pendinginan dengan suara minimal. Patut diacungkan jempol untuk hal tersebut.  Ketika redaksi CHIP mencoba melakukan overclock dengan mengubah core clock dari 1000MHz ke 1050MHz dan memory clock dari 1260MHz ke 1350MHz yang kemudian dilakukan pengujian Metro Last Light yang berakibat suhu meningkat sampai 90 derajat celcius. Walau begitu, kipas masih terdengar senyap.
Jadi keistimewaan dari graphic card ini adalah cooling yang masih sanggup menahan beban panas dengan menjaga tingkat kebisingan. Sehingga pengguna masih bisa mengoptimalkan kinerja graphic cards ini lewat overclock tanpa khawatir tentang masalah suhu serta tingkat kebisingan. VGA ini cocok buat gamer yang hanya berencana menggunakan single gpu. Lewat pengujian yang dilakukan, VGA ini mampu melahap game-game berat sekalipun.

Source : http://www.chip.co.id/review/hardware/13800/asus_r9-290_oc_directcu_ii_single_gpu_saja_sudah_cukup

Acer Liquid Leap: Smartband Harga Terjangkau dengan Layar Sentuh

CHIP.co.id - Belum lama ini Acer, produsen notebook, smartphone dan tablet asal Taiwan telah merilis wearable device pertamanya yang diberi nama Acer Liquid Leap. Dikembangkan sebagai smartband atau gelang pintar, wearable device ini ditujukan sebagai pendamping aktivitas hidup penggunanya.
 
Di Indonesia, Liquid Leap dipasarkan oleh Acer dengan harga yang cukup menggiurkan, yakni hanya Rp 999.000. Selain mampu menunjukkan waktu, fungsi utama smartband ini adalah sebagaifitness tracker yang memiliki kemampuan untuk menghitung langkah kaki, jarak yang ditempuh, kalori yang terbakar dan waktu tidur pengguna.
 
Lalu, seperti apa penampilan Liquid Leap dan bagaimana kinerjanya? CHIP Online berkesempatan untuk mengulas perangkat wearable ini secara langsung dan telah menggunakannya selama satu minggu. Berikut ulasannya.
 
Desain
 
Dikembangkan sebagai perangkat wearable pertamanya, Acer merancang Liquid Leap dengan tampilan yang terlihat sangat minimalis. Smartband ini memiliki dimensi 243,1 x 17,3 x 9,9 mm dan berat sekitar 18 gram sehingga sangat nyaman saat dipakai di pergelangan tangan. Tak hanya itu, Leap Liquid juga memliki desain zero-button sehingga Anda tak akan menemukan tombol apapun pada smartband ini.
 
Selain dari sisi desain, Acer juga tak melupakan keunggulan material yang digunakan. Liquid Leap terbuat dari anodized metal inlay yang membungkus piranti ini. Sedangkan untuk talinya, Acer lebih dominan menggunakan material karet yang menyematkan dua pin sebagai pengait. 
 
 
 
Tampilan Liquid Leap dari depan (kiri) dan belakang (kanan).
 
Sedangkan untuk layarnya, Acer masih mempercayakan teknologi OLED 1 inci dengan kemampuan resolusi 128 x 32 piksel dan layar sentuh (touchscreen). Tak hanya itu, saat digunakan di alam terbuka (outdoor) dengan sinar matahari yang terik, seluruh informasi yang ditampilkan di layar Liquid Leap juga dapat terlihat dengan jelas.
 
Pada bagian belakang, Acer telah menyematkan empat pin dari material logam berwarna kuning. Keempat pin ini berfungsi untuk menghubungkan Liquid Leap dengan perangkat pengisian daya (charger) yang turut disediakan dalam paket penjualannya. CHIP Online menilai, inilah salah satu kekurangan yang ditawarkan oleh Acer terkait dengan perangkat wearable buatannya tersebut.
 
 
 
Tali Liquid Leap terbuat dari material karet (kiri) dan saat pengisian daya butuh docking yang terhubung via kabel USB. 
 
Saat CHIP Online menggunakan selama satu pekan, baterai Liquid Leap setelah diisi penuh mampu bertahan hingga 6 hari. Tentu saja, ini sebuah daya tarik tersendiri bagi pengguna yang tak ingin direpotkan dengan pengisian daya setiap saat. Selain itu, waktu pengisian baterai hingga penuh juga memakan waktu cukup singkat, yakni hanya 1,5 jam.

Source : http://www.chip.co.id/review/gadget/13808/acer_liquid_leap_smartband_harga_terjangkau_dengan_layar_sentuh_

Undang 15 Mahasiswa Indonesia ke Tiongkok, Huawei Transfer Ilmu Pengetahuan


 
CHIP.co.id - Sebagai bagian dari program CSR global bertajuk “Seeds for the Future”, Huawei mengirim 15 mahasiswa terbaik dari enam universitas terkemuka di Indonesia untuk mengikuti pelatihan "Huawei Undergraduate Work Program". Pelatihan ini sendiri berlangsung selama dua minggu, yakni mulai dari tanggal 7 hingga 19 Desember 2014 yang lalu di Shenzhen, Shanghai, dan Beijing - Tiongkok.
 
Para peserta pelatihan merupakan mahasiswa terbaik yang dipilih dari program pelatihan Huawei Certified Datacom Associate (HCDA) yang telah disesuaikan dengan Standar Kerja Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI). Program pelatihan HCDA ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap pertama yang selesai pada bulan Juni 2014 dan tahap kedua pada bulan November 2014.
 
Ada sekitar 200 mahasiswa yang berpartisipasi dalam program pelatihan Huawei Certified Datacom Associate (HCDA). Mereka semua berasal dari beberapa universitas ternama di Tanah Air, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Telkom University (Tel U), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya (ITS).
 
 
15 Mahasiswa asal Indonesia yang berkesempatan menimba ilmu pengetahuan di kantor pusat Huawei di Tiongkok.
 
Sri Wulaningsih, Director of Public Affairs and Communications Department, PT Huawei Tech Investment mengungkapkan bahwa tentunya Huawei Indonesia sangat bangga bisa mengundang insan-insan muda dari beberapa universitas ternama di Indonesia untuk bergabung dalam program "Huawei Undergraduate Work Program" di Tiongkok.
 
"Sebagai bagian dari rangkaian program “Seeds for the Future”, kami ingin mengembangkan pengetahuan beberapa anak muda dari daerah serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengunjungi kantor pusat kami di Shenzhen. Selain itu, kami juga ingin memperlihatkan perkembangan teknologi terkini serta memberikan pengalaman mengenal budaya yang berbeda di Beijing dan Shanghai," ujar Sri.
 
Kelimabelas mahasiswa terbaik yang diundang datang ke Shanghai terdiri dari mahasiswa dari tingkat sarjana dan pasca-sarjana. Pada minggu pertama di Beijing dan Shanghai, Huawei memberikan kesempatan untuk mempelajari budaya Tiongkok, termasuk mengikuti pelatihan dasar bahasa mandarin, kaligrafi, melukis serta sesi pertukaran ide dengan murid lokal.
 
Sedangkan pada minggu kedua di Shenzhen para mahasiswa mengikuti pelatihan dari Huawei mengenai teknologi dan komunikasi yang dirancang untuk insan muda. Tak hanya itu, Huawei juga memberikan bimbingan yang membantu peserta untuk siap menghadapi dunia kerja. Bekerjasama dengan mitra kerjanya, seperti PT Telkom dan PT Telkomsel, Huawei juga memiliki komitmen untuk memberikan kontribusinya kepada Indonesia secara berkelanjutan.

Source : http://www.chip.co.id/news/technology-campus_corner-telecommunication-press_release-corporate-events_community/13860/undang_15_mahasiswa_indonesia_ke_tiongkok_huawei_transfer_ilmu_pengetahuan